Tentang Blog Ini

(please use translation tools in the right menu to change to your language, but the result maybe not 100% right)

Semua tulisan dan foto yang tidak ada keterangan adalah tulisan dan milik dari Femi. Tulisan dan foto dapat disebarkan dengan seizin penulis.

Blog ini hanya sekadar tulisan-tulisan yang lahir dari seorang femi yang masih terus belajar hidup dengan baik.  Karya-karya di sini beragam, dari yang fiksi, kisah nyata, maupun juga beberapa ada yang ilmiah yang kiranya dapat memperkaya hati yang membaca juga.

Catatan kaki :

Menu-menu dalam blog ini memungkinkan Anda untuk :

  • mencari isi posting berdasarkan arsip per periode dan per kategori
  • lihat foto-foto terbaru yang di update
  • menterjemahkan blog ke bahasa lainnya walaupun tidak bertanggung jawab dengan hasil terjemahannya :D
  • ngobrol dengan saya dengan fasilitas meebo di blog

Kalau ada yang ingin terus mengikuti isi blog saya dapat gunakan :

  • subscribe tool (langganan)
  • fasilitas join blog via network blog, mybloglog, blog catalog (lihat di menu tab Ikuti Femi)
  • add facebook saya dengan  memberi keterangan ‘tahu dari blog’  (link fb ada di  menu tab Tentang Femi)

Terima kasih yang sudah mau membaca :)
GBU

Pindahan

Blog yang ini tidak akan di-update lagi.

Untuk seterusnya silakan akses ke http://femikhirana.com :)

Di sanalah rumah baruku :D

Terima kasih untuk semua yang sudah membesarkan blog ini sehingga aku mampu meneruskannya dengan domain sendiri.  Kiranya Tuhan memberkati.

Salam,

Femi

Weekly Motiflection : Pinta Seekor Kupu

Tuhan,
Ingatkanku bila kujadi belagu,
dulu ku hanya seekor ulat bulu.
Hanya seekor pengganggu,
timbulkan gatal bagai kutu. Read more »

Cerpen : Asong aka Kristoforus

Ibu separuh baya itu menangis terus menerus. Sejenak ia sempat terdiam, hanya diam. Tetapi kemudian air matanya mengalir lagi. Mulutnya kembali mengoceh-ngoceh kepada suaminya yang sedari tadi mengelus bahunya untuk tenang. Mereka sedang berada di atas kapal dalam perjalanan ke Jakarta.

“Ini gara-gara Papa suruh Asong sekolah tinggi-tinggi lahhh… Kalau dia tidak kuliah, tak bisalah dia di penjara begitu…” ujar wanita yang adalah ibu kandung Asong.

“Sssttt… Sudah… Tak usahlah lu salah-salahin sekolahan terus… Wah[1] suruh Asong sekolah itu supaya nasibnya jangan buka warung terus kayak kita…,” belum usai ayah kandung Asong berargumen, wanita itu sudah menepis,

“Ya harusnya Asong dagang pun wah sudah senang! Asong itu anak pintar, tak usah dia sekolah bagus-bagus dia sudah bisa cari uang dari kecil. Buat apa sekolah tinggi kalau Asong akhirnya masuk penjara! Wah tak suka dia terlalu pintar, karena Asong memang orangnya licik… Papa masak tak tahu sifat anak sendiri? Kalau sudah begini, kita yang susah!”

Si Papa Asong jadi tak enak hati dengan penumpang kapal yang memandang mereka.

Silakan baca kelanjutannya di tautan berikut,

http://cerita-dari-fekhi.blogspot.com/2009/11/cerpen-asong-aka-kristoforus.html.

Weekly Motiflection : Banyak, Tetapi…

klik gambar untuk melihat puisi dalam bentuk digital

Banyak yang ingin sekuat baja, tetapi enggan untuk ditempa

Banyak yang ingin seharum dupa, tetapi enggan untuk dibakar

Banyak yang ingin secemerlang emas, tetapi enggan untuk dilebur

Banyak yang ingin meraih kemenangan, tetapi enggan untuk menerima tantangan Read more »

Jalan Tuhan Bukan Jalanku 5 : Ketidakmelekatan dalam Keluarga

Tulisan berikut ini mungkin akan menimbulkan pro dan kontra secara teologis.  Mengingat saya adalah seorang awam yang bersyukur karena terus diberikan pelajaran langsung dari Sang Maha Guru, maka saya membuka bagi yang ingin mengkoreksi atau memberikan tambahan tentang topik ini agar tidak salah arah.  Walaupun sumber ayat berasal dari Alkitab yang saya yakini sebagai seorang Nasrani, namun saya tetap moggo bagi yang ingin memberikan pendapat sesuai dengan kepercayaan yang dianut.  Terima kasih.

Saya tidak pernah merasa takut dengan kematian.  Kalaupun ada rasa khawatir, itu terlebih karena pikiran ‘bagaimana saya akan mati’ tinimbang kematian itu sendiri.  Tetapi ketika saya dihadapkan dengan pikiran ditinggal mati oleh orang-orang yang saya kasihi, hal itu membuat saya ciut nyali.  Hanya membayangkannya saja sudah tidak berani, memikirkannya saya membuat saya sudah ingin menangis ketakutan.

Banyak yang bilang pamali membahas tentang kematian kepada orang yang belum meninggal.  Reaksi kata-kata ‘amit-amit jabang bayi’ menjadi perlawanan untuk menutup jalan pemikiran yang dianggap sesat itu.  Saya pun awalnya menanggapi dengan mengatakan kepada diri sendiri begini,

“Jangan mikir yang macem-macem!”

Tetapi anehnya, perasaan takut itu selalu mendera.  Anehnya semakin saya takut, saya semakin tergelitik untuk mengetahui penyebab ketakutannya.  Benak sialan! Read more »

Kesempatan

Sejatinya kesempatan tidak datang dua kali.
Sejatinya kesempatan selalu datang berkali-kali.

Berapa kali dalam hidup kita abaikan,
kesempatan untuk bekerja
kesempatan untuk belajar
kesempatan untuk mendengarkan istrimu
kesempatan untuk menghibur suamimu
kesempatan untuk bermain dengan anakmu
kesempatan untuk membalas kasih orang tuamu
kesempatan untuk menolong saudaramu
kesempatan untuk berbuat baik untuk sesamamu
kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupmu Read more »