Ibu separuh baya itu menangis terus menerus. Sejenak ia sempat terdiam, hanya diam. Tetapi kemudian air matanya mengalir lagi. Mulutnya kembali mengoceh-ngoceh kepada suaminya yang sedari tadi mengelus bahunya untuk tenang. Mereka sedang berada di atas kapal dalam perjalanan ke Jakarta.
“Ini gara-gara Papa suruh Asong sekolah tinggi-tinggi lahhh… Kalau dia tidak kuliah, tak bisalah dia di penjara begitu…” ujar wanita yang adalah ibu kandung Asong.
“Sssttt… Sudah… Tak usahlah lu salah-salahin sekolahan terus… Wah[1] suruh Asong sekolah itu supaya nasibnya jangan buka warung terus kayak kita…,” belum usai ayah kandung Asong berargumen, wanita itu sudah menepis,
“Ya harusnya Asong dagang pun wah sudah senang! Asong itu anak pintar, tak usah dia sekolah bagus-bagus dia sudah bisa cari uang dari kecil. Buat apa sekolah tinggi kalau Asong akhirnya masuk penjara! Wah tak suka dia terlalu pintar, karena Asong memang orangnya licik… Papa masak tak tahu sifat anak sendiri? Kalau sudah begini, kita yang susah!”
Si Papa Asong jadi tak enak hati dengan penumpang kapal yang memandang mereka.
Silakan baca kelanjutannya di tautan berikut,
http://cerita-dari-fekhi.blogspot.com/2009/11/cerpen-asong-aka-kristoforus.html.
Filed under: cerita pendek, cerpen | Leave a Comment »