Mengulas Produk Anak : Krayon Pilihan

101_1559

Memiliki anak balita yang lagi aktif-aktifnya bermain (dan belajar dari permainannya) membuat orang tua harus selektif memilihkan mainan, alat bermain, bahkan makanan yang tidak membahayakan.

Bukannya terlalu parno atau apa.  Sensitifitas itu akan timbul begitu saja pada orang tua normal yang perhatian dengan perkembangan anak. Misalnya saya ketika melihat benda kecil yang empuk, otomatis akan segera saya singkirkan demi keamanan anak saya.  Pengalaman, waktu anak saya melihat penghapus pensil.  Pertama hanya memegang, eh ternyata dimasukkan mulut.  Padahal anak saya termasuk yang relatif jarang memasukkan benda ke dalam mulutnya, sehingga waktu itu saya tenang-tenang saja.  Tetapi ternyata, jika benda itu dirasakan empuk, tetap aja dikira sesuatu yang dapat dicicip dan digigit.

Saya juga mengamati, bila ada nasi yang tercecer di lantai, ia dapat langsung mengambilnya dan memasukkan ke mulut.  Waks!  Tetapi, untungnya anakku dapat membedakan mana benda yang terasa enak atau tidak di mulut.  Jadi jika dimasukkan di mulut rasanya hambar dan pahit, langsung disembur-semburnya keluar.  Seperti tatkala ia dengan gemasnya menggigit krayon, nah langsung tuh disembur-sembur.  Fiuh… untunglah otak si kecil selalu berlogika, sehingga menyelamatkannya.

Bicara mengenai krayon, anak kecil mana yang tidak dikenalkan dengan krayon.  Bila diberikan pensil berwarna, masih terlalu dini untuk usia batita (bawah tiga tahun), karena mata pensil tajam sehingga berbahaya.  Anak usia batita juga pasti tidak nyaman dengan pensil, karena untuk mencoret badan tidak bisa.  Dan kalau sudah tahu sakit, secara tidak langsung mereka sudah enggan memainkannya.  Beli cat air, gak mungkin.  Beli sepidol, wah nasibnya bisa dijadikan untuk tato badan, bukan mewarnai.  Jadi mau tidak mau diberikan pewarna sejenis krayon.

Memilihkan krayon pun sempat membuat saya berpikir berkali-kali.  Benar saja, waktu pertama kali menggunakan krayon, dalam satu hari, pembungkus atau pelapis pensil krayon itu sudah dikocek-kocek hingga terkelupas.  Ada yang patah sewaktu si kecil mencoret-coret karena tidak dapat mengukur tenaga yang dikeluarkan.  Alhasil, krayonnya jadi gompel-gompel, dan telanjang alias tidak ada pelindung.

Krayon yang kertas pelindungnya terlepas otomatis akan mengotori telapak tangan.  Jadi sehabis mewarnai tembok atau kertas, telapak tangan anakku pasti juga berwarna.  Walaupun tulisan di kemasan mengatakan krayon itu jenis yang non toxic (tidak beracun), tapi ya tetap saja mengkhawatirkan bila menghisap tangannya atau tiba-tiba memegang makanan.

Bukan berarti menghindari kotor, karena memang tidak mungkin menghindari kotor.  Apalagi anak saya termasuk senang bermain dengan roda, bermain dengan alam, nah yang seperti ini memang sulit dicegah untuk tidak kotor.  Tetapi saya merasa krayon yang lebih aman serta awet untuk disimpan pasti ada.  Jangan sehabis mewarnai, eh terus hilang dan sulit dicari karena bentuknya yang kecil, apalagi yang sudah patah.

Krayon yang pertama kubeli sudah gompel, akhirnya tercecer ke mana-mana.  Hanya tinggal beberapa warna yang masih tersimpan.  Mau tidak mau harus beli lagi.  Kan gak mungkin anak kecil tidak pernah mewarnai, kasihan amat hehehe…  Tetapi cari punya cari tetap tidak menemukan jenis krayon yang sreg.  Harga mahal tetapi dengan kemasan pembungkus kertas sudah otomatis tercoret dari daftar.  Harga murah juga bukan jaminan kalau hilang atau rusak lalu beli lagi, lama-lama ya sama saja harganya dengan yang mahal.

Akhirnya pencarian itu berbuahkan hasil.  Itupun tidak sengaja.  Iseng melihat krayon yang dijual toko kecil di perumahan kami, si Ibu yang punya toko memberitahu kalau dia menjual jenis krayon yang mirip pulpen kemasannya.  Jadi mata krayon dapat habis, lalu bila kita putar/twist ujung pulpen itu maka akan menyembul lagi mata krayon yang baru.  Harga sama dengan kemasan krayon yang dibungkus dengan kertas sebanyak 24 warna (yang bentuk pulpen ini 12 warna).

Waktu saya lihat krayon yang dimaksud, wah… bagai mendapatkan durian runtuh.  Benar saja, ini bentuk krayon yang pas buat anak saya.  Anak saya yang sering main pulpen akan senang karena diberikan pulpen berwarna, walaupun sebenarnya isinya krayon.  Tangan anak saya juga bersih tanpa tempelan warna yang melekat di telapak tangan.  Warna yang dihasilkan pun tidak menggumpal di kertas seperti krayon biasa yang bila dipegang akan meninggalkan bekas juga di tangan.  Tidak akan patah dan pecah kecuali memang sengaja mau dipatahkan dengan kekerasan hehehe…

Krayon berdisain pulpen ini juga tidak tajam matanya.  Secara tidak langsung juga tidak gampang hilang karena bentuknya yang panjang seperti pulpen itu.  Jadi awet, aman, kreatif, dan sekotor-kotornya pun tidak akan sampai belepotan menempel di tangan dan badan.

Bukan promosi, tetapi bila ada yang punya kebutuhan yang sama mencarikan krayon untuk anaknya, produk ini dapat saya rekomendasi.  Maaf bila terkesan bangga akan produk luar, karena ternyata memang produk ini diproduksi oleh produsen Korea.  Jika ada produk Indonesia yang seperti ini dengan harga yang terjangkau, saya lebih suka beli yang produksi Indonesia.

Merk : Titi Color Pencil,

Non toxic.

12 warna.

Produksi : Titi CO.Ltd, Korea

Harga eceran Rp 25.000

Foto terlampir.

101_1560

11 Responses

  1. Wah, one step closer ke paid review, Fem.. Nice one! Maju terus!

  2. makasih informasinya, Fem. Abis ini mo hunting deh, mudah2an beruntung!

  3. samaan, anak gw juga pake Titi
    tapi blm pernah nemu model pen gitu, biasanya – dan karena kebutuhan warnanya – pake crayon biasa yang 36 warna
    wah kayaknya seru nih ada yang model pen
    thx ya!

  4. Wah.. jadi kepingin cari crayon model begini? di daerah cianjur sudah ada dan beredar belom ya?

    Salam Kenal Teh!

    • Salam kenal :)
      Wah aku sendiri kurang tahu produk ini ada gak di cianjur :) Coba cari di toko buku semacam Gramedia begitu ya, semoga ada :) Karena ada yang bilang juga kalau tokonya pernah jual belum tentu masih punya, alias habis, jadi harus cari di toko lain lagi :)

      Aku kebetulan juga ketemu ini di toko kecil di perumahan yang ternyata masih simpan krayonnya. Entah kalau ini sudah habis, aku juga masih bingung cari di mana hehehe

  5. sewaktu aq d blitar juga sudah ada lho…krayon spt ini….tapi…menyesal kenapa waktu itu aq ga’ beliin untuk anakku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.