Pengalaman di Bengkel (Rekomendasi Bengkel di Surabaya)

Suami saya bilang kalau dia bukan tipe lelaki yang hobi nongkrong di bengkel.  Apalagi saya!   Jadi kami berdua ini paling bete kalau harus ke bengkel, walaupun kami termasuk orang yang rutin memperhatikan pemeliharaan kendaraan kami.

Yang membuat bete di bengkel itu jelas karena waktu ‘bengong’ yang terlalu lama sehingga menyebabkan kita ngantuk.  Mana kadangkala tempat duduk di bengkel seadanya, tidak ada bacaan, dan terkadang membeli minuman pun harus jalan kaki rada jauhan dari lokasi bengkel.

Dan yang paling menjengkelkan adalah bila kita mendatangi bengkel yang memberondongi kita dengan bobroknya kondisi kendaraan kita.  Setelah itu dapat ditebak, kita diminta ganti inilah, ganti itulah.  Dari yang hanya datang untuk ganti shock bisa nambah dengan ganti yang lainnya.  Bukan sepenuhnya salah mereka sih, salah kendaraan saya juga yang mungkin karena beli mobil second, otomatis banyak yang sudah harus diganti.  Tetapi bete kan rasanya kalau melihat orang bengkel yang bergaya bak dokter memvonis kendaraan kita mengalami penyakit kronis dan menyodorkan solusi dengan harga yang ‘ngetok’ dan bikin eneg hati. Huh… apa tidak ada cara lain yang lebih menghibur pasien yang aslinya sudah bete karena harus datang ke bengkel.

Pernah saya melihat seorang wanita pemilik bengkel yang kalau diagnosa mobil gaya dan wajahnya seakan-akan menunjukkan kalau kita HARUS beli spare part yang dia minta ganti.  Cara bicaranya pun tidak pakai senyum, tidak pakai empati kepada pasien. Pokoknya apa yang dia katakan seolah-olah menghukum kita agar harus segera menindak kendaraan kita.  Biasanya sih karena sudah merasa terjebak dengan kondisi begitu, kami menuruti sebatas dana yang kami bawa saja hari itu.  Tetapi jangan harap besok ke sana lagi deh yaaa…

Nah sekarang kalau ngobrolin bengkel-bengkel yang ngeselin rasanya bersifat subjektif ya… Karena jelek menurut kita belum tentu jelek buat orang lain.  Dan mungkin karena saya yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang ada jadi banyak peringkat bengkel yang di bawah standar yang saya harapkan.  Saya pun sudah lupa semua bengkel-bengkel di bawah standar pelayanan yang saya datangi.  Sebaliknya saya jelas ingat dengan bengkel yang bagus dan sangat saya rekomendasikan jika ada teman yang ingin mengulik-ngulik kendaraan kesayangannya.

Berhubung saya di Surabaya dan kejadiannya juga belum lama, maka saya hanya dapat membantu rekan-rekan di Surabaya dari segi informasi bengkel yang bagus.  Di dalam uraian saya tentang kebaikan bengkel tersebut tentu saja ada pembandingnya. Bengkel pembanding tidak saya tulis dengan gamblang namanya.  Cukup inisial saja tetapi saya rasa pembaca dapat mengetahuinya sendiri.

Himalaya Ban

Lokasi : Wiyung, Surabaya

Spesialisasi : Spooring, balancing, ban, pelek, isi nitrogen

Bengkel ini termasuk salah satu Toko Model dari Bridgestone di Indonesia jadi kalau mau ganti ban di sini sudah jelas lengkap dan harga standar.

Di bengkel inilah asumsi saya tentang bengkel yang kotor dan ngebosenin semua musnah.  Bengkel ini bersihhh banget dalam arti sebenar-benarnya.  Lantai keramik tidak licin karena oli, tidak ada warna hitam yang tertinggal di lantai.  Pokoknya benar-benar bau bengkel tidak tercium sama sekali.  Mengingat tempatnya yang sangat luas, saya takjub juga kalau karyawannya dapat menjaga kebersihan dari ujung ke ujung.

Tatkala si pemilik bengkel meminta saya menunggu di ruang tunggu dalam yang ber-AC terus terang saya masih tidak terlalu tertarik untuk ke sana.  Jadi saya tetap mengatakan dengan senyum jika saya duduk di ruang tunggu depan yang dapat melihat mobil, spare part yang dipajang serta pemandangan lalu lintas di luar.  Walaupun tidak ber-AC pun buat saya kondisi ruang tunggunya sudah sangat bagus dibandingkan bengkel lain.  Ekspektasi saya mengenai ruang tunggu yang di dalam dan ber-AC malah akan membosankan.  Ternyata salah!

Saya akhirnya memutuskan untuk duduk di ruang tunggu dalam setelah saya membaca habis koran yang ada di ruang tunggu depan.  Nah di sini saya baru merasa ternyata di bengkel tidak membosankan setelah melihat ruang tunggu Himalaya Ban ini.  Sejuk sudah pasti, tivi sudah jelas, dan yang tidak biasa (dan membuat saya tidak rugi) saya bisa minum kopi gratis dengan menyeduh sendiri.  Bacaan yang diletakkan di meja bukan majalah otomotif yang membosankan yang biasanya dipajang di bengkel-bengkel kebanyakan!  Sudah tahu yang nunggu biasanya juga gak tertarik dengan mobil maka di meja tamu selain ada majalah wanita, majalah hiburan, juga ada komik!  Jadi bagi anak-anak yang nunggu juga tidak bengong.

DSC00445

pojok mainan anak di bengkel Himalaya Ban

Di bengkel ini juga memberi kita keyakinan untuk tidak meninggalkan anak kita yang masih kecil di rumah karena takut anak menjadi bosan.  Karena apa?  Di ruang tunggu dalam itu disediakan mainan anak-anak, lengkap dengan wallpaper menarik, karpet yang bersih, boneka besar, dan kalau mau boleh juga tidur di sana hehehe…

Kondisi bengkel yang nyaman sudah jelas disertai dengan kualitas.  Itu terbukti saat setelah spooring, ternyata kami belum boleh proses ke kasir sebelum mobil kami di-test drive.  Rada tercengang sih sebenarnya.  Karena biasanya kalau spooring di bengkel lain, setelah selesai setting sana-sini ya sudah, kita langsung bayar dan membawa mobil kita sendiri ke jalan.  Nah… di sini ternyata tidak.  Mobil kami dikemudikan dulu di jalan raya untuk dicek apakah sudah sempurna.  Saya kurang jelas setelah mobil kami di-test drive ternyata mobil kami masih harus di-finishing touch lagi sebentar (5 menitan deh).  Setelah itu barulah kami membayar dan membawa mobil kami.

Adanya quality control dari kru bengkel sebelum diserahkan ke pemilik yang saya rasa jarang dimiliki oleh bengkel lain.  Biasanya hasil perbaikan yang kontrol ya pengemudi yang merasakan sendiri di jalan.  Alhasil kalau di tengah jalan masih ngerasa kurang sreg, kudu balik lagi.  Dengan adanya quality control dari kru bengkel paling tidak meminimalisir ketidakpuasan pelayanan yang ada.  Setidaknya sebelum pelanggan mengeluh dengan hasil service, para kru bengkel seharusnya sudah tahu apa yang masih tidak enak dengan kendaraannya.  Jadi, saya termasuk puas dengan sistem ini.

Hariman

Lokasi : Wiyung

Spesialisasi : Sound system multimedia, backlit, asesoris, dan ac.

Bengkel yang juga luas ini betul-betul sudah membuat saya sangat berterima kasih.  Terus terang saya dan suami saya masih parno akibat biaya yang diestimasi oleh salah satu bengkel resmi mobil Eropa untuk kondisi mobil tahun lama kami ini.  Dan rasa parno itu dapat dipatahkan oleh kru bengkel yang logis dan baik hati ini.

Berawal karena sudah terbiasa memasang dvd player di eks mobil kami, maka kami juga ke sini untuk mobil yang kali ini.  Memang karena spesialisasi bengkel ini adalah pemasangan sound di mobil, maka semua memang berlangsung cepat.  Biaya juga tidak mahal.  Semua masuk akal.

Nah karena mobil kami juga akhirnya bermasalah di AC, maka kami coba datang ke bengkel Hariman yang spesialisasi AC juga ini.  Awalnya di bengkel resmi, para kru bengkel resmi menjelaskan bahwa sistem pendingin mobil kami tidak dingin dikarenakan fungsi ekstra fan tidak berputar.  Dianggap harus diganti.  Biayanya?  Rp 5.500.000!  Gokil!  Mana indent lagi…!

Tidak percaya dengan advis bengkel resmi yang terbukti memang spare part-nya harga neraka itu (padahal spare part asli di luar bengkel resmi pun sudah bejibun dan tidak semahal bengkel resmi, mengingat mobil kami adalah mobil tahun lama yang masih sering beredar di jalan-jalan) maka kami mencoba mencari advis alternatif.

Ada satu bengkel (inisial LS, lokasi juga di Wiyung) yang sudah mengganti spare part mobil kami dengan biaya yang jauh di bawah harga bengkel resmi mencoba mengira-ngira bahwa sistem termostat yang tidak berfungsi lagi.  Ongkos bongkar Rp 400.000!  Hmmm… mengingat spesialisasi mereka bukan di bidang AC (walaupun di spanduk ditulis kalau bisa cek AC gratis), maka kami tetap mengurungkan niat untuk meneruskan perbaikan AC di sana.

Setengah putus asa kami berkesimpulan sendiri untuk mencoba mengisi freon dulu saja AC-nya.  Karena mungkin saja panasnya memang karena habis freon.  Di bengkel LS sudah tidak merekomendasi untuk tidak ganti freon.  Eh ternyata di Hariman juga mereka tidak mau ngisi freon AC.  Tetapi kami juga tidak berani ngotot karena memang mereka memiliki alat pengukur yang menunjukkan jika kami maksa isi freon ya bisa meledak ntar mobilnya hehehe…  Sedikit gondok karena itu berarti memang masalahnya tidak sesederhana kemauan kami.

Dari pihak bengkel Hariman akhirnya juga mengira termostat harus ganti.  Tetapi setelah cek sana sini (tanpa bongkar loh ya…) semua masih ok.  Nah dari sinilah kejelian orang menjelaskan kepada konsumen diuji.  Dari sekian bengkel yang memberi advis, penjelasan mereka paling logis untuk membuat kami yakin bahwa benar ekstra fan kami yang mati sehingga merusak semua sistem pendingin termasuk sistem pendingin untuk mesin-mesin sekitarnya. Ujung-ujungnya memang seperti advis bengkel resmi B*W.  Tetapi kru bengkel Hariman mencoba untuk mencari tahu ‘mengapa mati’?  Mereka mencoba untuk melihat komponen mana yang rusak, bukan main ngomong GANTI SEMUA.  Dan setelah di cek sana sini, dalam waktu singkat, hanya 10 menit, langsung ketahuan ternyata ekstra fan mati hanya karena SEKERING MATI! Dan penggantian sekering hanya Rp 15.000! Jauh dari angka Rp 400.000,- apalagi Rp 5.500.000,- dari bengkel resmi itu!

Setelah penggantian sekering pemilik bengkel tetap tidak mau mengisi freon AC kami.  Dikatakan bahwa freon kami masih bagus dan penuh.  Jadi ya kami hanya membayar Rp 15.000,- saja dengan kondisi AC sehat walafiat.  Gila ya dari Rp 5.500.000,- ke Rp 15.000,-, berapa dana yang terselamatkan hehehe…

Jadi, apakah ada bengkel yang dapat dipercaya, memberi advis tanpa berlebihan?  Ternyata ada juga tuh…  Jadi bagi yang bermukim di Surabaya, kalau mau mampir ke sana untuk urusan spooring, balancing, ban serta asesoris, I highly recommended kedua bengkel tadi :)

About these ads

5 Responses

  1. Hehehe, empa tahun silam aku membaca bukunya Hermawan Kertajaya tentang Venus dan Mars itu dan kupikir salah satu implementasi terbaiknya adalah di soal perbengkelan seperti yang kau ceritakan ini.

    Orang selalu berpikir bahwa bengkel identik dengan oli, kotor dan keras serta semua yang serba otomotif, tapi dengan menyediakan tempat tunggu yang kesannya jauh dari pandangan2 seperti itu, orang jadi sedikit lebih gemar datang ke bengkel :)

  2. Nice info..thanks ya

    • Kalo di dunia maintenance, itu yang dinamakan root cause and failure analysis…memang banyak bengkel yang asal comot bilang ganti semua, kalo kita gak jeli pasti kemakan hal tersebut..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: