Tuhan,
Ingatkanku bila kujadi belagu,
dulu ku hanya seekor ulat bulu.
Hanya seekor pengganggu,
timbulkan gatal bagai kutu.
Tuhan,
Ingatkanku saat kusombong,
dulu ku hanya sebuah kepompong.
Bagai pertapa terasing,hening, kosong,
terbentuk dalam masa bengong.
Tuhan,
Saat ku kini seekor kupu-kupu
Kuterbang dengan sayap bentukan-Mu
Kutabur serbuk hijaukan duniaku
Secantik dan setampan apa rupaku,
sehebat dan sepentingnya diriku,
ingatkanku selalu,
bila ku hanya seekor ulat bulu.
Advertisement
Filed under: motivasi, puisi, refleksi Tagged: | kupu, motiflection, motivasi, pinta, puisi, refleksi



cocok buat gw yg suka lupa diri….padahal gak ada apa2nya
meti, salam kenal

iya puisinya mengingatkan kita semua
makasih ya
Ouchh… puisi ini menohok!
Jarang orang yang menyadari bahwa kupu itu dulunya juga hanya ulat..:)
Well done, Fem!
puisi ini merepresentasikan diri kita semua sih, termasuk aku
makasih Don
puisi yang manis, dan mengingatkan aku untuk terus mawas diri. Jika roda hidup berputar ke atas..harus tetap ingat bahwa kita pernah di posisi bawah. Jika hidup sudah lebih mulia..tetap pada kesadaran bahwa semua hanya pemberian Tuhan melalui usaha kita yang diberkati dengan keberuntungan.
dua jempol !!
makasih buat jempolnya Risss
Jd ingat sebuah pepatah kuno … yg rada bego:
Ketika kutidur, aku bermimpi
bhw aku adalah seekor kupu-kupu.
Ketika kubangun, aku bingung sendiri
bagaimana aku bisa tahu,
Siapakah aku sebenarnya?
Jangan2 aku hanyalah seekor kupu-kupu
yg ternyata sedang bermimpi
bhw aku adalah seorang manusia …..
wah sempat2nya nyasar ke blog yg ini hehehe…
untung sempat liat dan approve
thx bro
Puisi yang bagus, yang akan selalu mengingatkan kita untuk mawas diri, untuk selalu menjadi orang yang rendah hati.