Weekly Motiflection : Pinta Seekor Kupu

Tuhan,
Ingatkanku bila kujadi belagu,
dulu ku hanya seekor ulat bulu.
Hanya seekor pengganggu,
timbulkan gatal bagai kutu.

Tuhan,
Ingatkanku saat kusombong,
dulu ku hanya sebuah kepompong.
Bagai pertapa terasing,hening, kosong,
terbentuk dalam masa bengong.

Tuhan,
Saat ku kini seekor kupu-kupu
Kuterbang dengan sayap bentukan-Mu
Kutabur serbuk hijaukan duniaku
Secantik dan setampan apa rupaku,
sehebat dan sepentingnya diriku,
ingatkanku selalu,
bila ku hanya seekor ulat bulu.

Advertisement

9 Responses

  1. cocok buat gw yg suka lupa diri….padahal gak ada apa2nya

  2. meti, salam kenal :)
    iya puisinya mengingatkan kita semua :)
    makasih ya

  3. Ouchh… puisi ini menohok!
    Jarang orang yang menyadari bahwa kupu itu dulunya juga hanya ulat..:)

    Well done, Fem!

  4. puisi yang manis, dan mengingatkan aku untuk terus mawas diri. Jika roda hidup berputar ke atas..harus tetap ingat bahwa kita pernah di posisi bawah. Jika hidup sudah lebih mulia..tetap pada kesadaran bahwa semua hanya pemberian Tuhan melalui usaha kita yang diberkati dengan keberuntungan.

    dua jempol !!

  5. Jd ingat sebuah pepatah kuno … yg rada bego:

    Ketika kutidur, aku bermimpi
    bhw aku adalah seekor kupu-kupu.

    Ketika kubangun, aku bingung sendiri
    bagaimana aku bisa tahu,

    Siapakah aku sebenarnya?
    Jangan2 aku hanyalah seekor kupu-kupu
    yg ternyata sedang bermimpi
    bhw aku adalah seorang manusia …..

  6. Puisi yang bagus, yang akan selalu mengingatkan kita untuk mawas diri, untuk selalu menjadi orang yang rendah hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.