Sang Penyembuh Bab 7 : SURATAN TAKDIR KETIGA

Dua bulan ia hidup dalam termenung. Dua bulan ia hidup dalam kesakitan hati. Dua bulan ia menolak semua takdir yang menghampirinya, namun ternyata ia memang bukan manusia yang mampu larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Ia mencoba bangkit kembali. Hidup harus dilalui jika memang belum saatnya untuk mati. Semua harus diawali kembali dengan bersahabat dengan mereka [...]

SANG PENYEMBUH BAB 6 : PERSETERUAN (MENYIBAK TRAUMA 2)

Bila ia dulu sering menganggap orang yang berbicara dengan tanaman adalah orang yang rada gila, ternyata sekarang dilakoninya. Ternyata mengasyikan. Sejak Geya mencoba berkebun, ia hanya berharap mengisi waktu luang, lagipula ia tidak memiliki penghasilan, dengan berkebun ia tidak harus berbelanja terlalu banyak. Namun sejak tekadnya bulat untuk membuat apotek hidup, ia semakin getol menanam [...]

SANG PENYEMBUH : BAB 5 MENYIBAK TRAUMA

Sudah bulan ketiga di mana Geya tinggal di desa Tulung Harapan. Luka-luka yang dideritanya sudah semakin jauh membaik. Jalannya sudah tidak terpincang-pincang. Para penduduk sekitar yang senantiasa merawatnya agar sembuh dari kecelakaan kendaraan yang hampir merenggut nyawanya. Termasuk juga dokter Hendra yang ada di desa itu tak pernah letih menunggunya. Geya diselamatkan oleh penduduk saat [...]

SANG PENYEMBUH Bab 4 : Dukun Tanpa Mantera

BAB 4 DUKUN TANPA MANTERA Dendy menyeruak kerumunan massa di desa Tulung Harapan, desa transmigrasi di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Segerombolan penduduk yang berkumpul di rumah Pak Trisno, pekerja tani yang cukup dikenalnya. Dilihat dari kejauhan seorang anak perempuan, bertubuh kurus dan kecil, digendong oleh beberapa pemuda berbadan cukup tinggi dan besar. Gadis kecil [...]

SANG PENYEMBUH, Bab 3 : Suratan Takdir Kedua

BAB 3 SURATAN TAKDIR KEDUA Ini kali kedua Geya menghadiri sidang MKDKI, berselang tidak sampai satu minggu. Hanya saja jika kala itu ia harus terpaksa menjadi penuntut atas kematian Michi. Namun kali ini Geya sebagai pesakitan. Pria yang menuntutnya yang bernama Subagyo Wirawan juga hadir. Matanya tetap tersirat kemarahan. Geya hanya menatapnya dengan tatapan menyesal. [...]

Novel : Sang Penyembuh (bab 2)

BAB 2 MALPRAKTIK Hari ketiga ketika Michi dirawat Geya menatap kartu-kartu pasien yang sudah tersusun rapih di mejanya. Matanya masih sembab karena tidak tidur semalaman menjaga Michi. Tetapi ia juga tidak tega mangkir dari tugas mengingat beberapa pasien yang sudah menghubunginya melalui ponselnya. Semua kecemasan orang sakit yang juga dirasakannya, walaupun bukan dirinya yang sakit. [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.