Cerpen : Salimasokis

“Yurrr… Sayurrr!” Matahari belum turun, namun suara Mas Salim sudah mengalun.  Rombongan ibu-ibu datang berduyun-duyun.  Dari yang ibu muda, ibu tua, dan ibu paruh baya semua berkerumun. Begitulah sobat Mas Salim, si tukang sayur di perumahan elit itu, sebagian besar sudah jelas wanita.  Dari wanita yang ngos-ngosan sehabis olahraga pagi hingga wanita yang masih menggunakan [...]

Sang Penyembuh Bab 7 : SURATAN TAKDIR KETIGA

Dua bulan ia hidup dalam termenung. Dua bulan ia hidup dalam kesakitan hati. Dua bulan ia menolak semua takdir yang menghampirinya, namun ternyata ia memang bukan manusia yang mampu larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Ia mencoba bangkit kembali. Hidup harus dilalui jika memang belum saatnya untuk mati. Semua harus diawali kembali dengan bersahabat dengan mereka [...]

SANG PENYEMBUH BAB 6 : PERSETERUAN (MENYIBAK TRAUMA 2)

Bila ia dulu sering menganggap orang yang berbicara dengan tanaman adalah orang yang rada gila, ternyata sekarang dilakoninya. Ternyata mengasyikan. Sejak Geya mencoba berkebun, ia hanya berharap mengisi waktu luang, lagipula ia tidak memiliki penghasilan, dengan berkebun ia tidak harus berbelanja terlalu banyak. Namun sejak tekadnya bulat untuk membuat apotek hidup, ia semakin getol menanam [...]

SANG PENYEMBUH : BAB 5 MENYIBAK TRAUMA

Sudah bulan ketiga di mana Geya tinggal di desa Tulung Harapan. Luka-luka yang dideritanya sudah semakin jauh membaik. Jalannya sudah tidak terpincang-pincang. Para penduduk sekitar yang senantiasa merawatnya agar sembuh dari kecelakaan kendaraan yang hampir merenggut nyawanya. Termasuk juga dokter Hendra yang ada di desa itu tak pernah letih menunggunya. Geya diselamatkan oleh penduduk saat [...]

SANG PENYEMBUH Bab 4 : Dukun Tanpa Mantera

BAB 4 DUKUN TANPA MANTERA Dendy menyeruak kerumunan massa di desa Tulung Harapan, desa transmigrasi di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Segerombolan penduduk yang berkumpul di rumah Pak Trisno, pekerja tani yang cukup dikenalnya. Dilihat dari kejauhan seorang anak perempuan, bertubuh kurus dan kecil, digendong oleh beberapa pemuda berbadan cukup tinggi dan besar. Gadis kecil [...]

SANG PENYEMBUH, Bab 3 : Suratan Takdir Kedua

BAB 3 SURATAN TAKDIR KEDUA Ini kali kedua Geya menghadiri sidang MKDKI, berselang tidak sampai satu minggu. Hanya saja jika kala itu ia harus terpaksa menjadi penuntut atas kematian Michi. Namun kali ini Geya sebagai pesakitan. Pria yang menuntutnya yang bernama Subagyo Wirawan juga hadir. Matanya tetap tersirat kemarahan. Geya hanya menatapnya dengan tatapan menyesal. [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.